Teluknaga, Teluknaga, Tangerang
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Teluknaga adalah
ibukota kecamatan Teluknaga,
Kabupaten Tangerang,
Banten,
Indonesia.
Teluknaga berasal dari kata Teluk dan naga (yang merupakan kependekan
dari perahu naga), di namakan Teluknaga karena Teluknaga merupakan pintu
masuk para pendatang asal Tiongkok Cina, yang datang ke nusantara untuk
berdagang. Para pendatang dari negeri Tiongkok itu masuk lewat Teluk
yang kemudian terus masuk melalui kali cisadane yang telah mengalami
perubahan aliran akibat di bangunnya bendungan. Yang sekarang menjadi
pembatas antara kecamatan Teluknaga dan Pakuhaji. ciri khas yang di bawa
oleh pendatang Cina adalah perahu - perahu naga mereka yang biasa masuk
dan melewati aliran sungai Cisadane ini.Teluknaga merupakan nama suatu
kecamatan yang bertempat di Kabupaten Tangerang yang memiliki garis
pantai. di Teluknaga terdapat sebuah Tanjung, yang dinamakan sebagai
Tanjung Pasir. dari Tanjung Pasir inilah kita bisa menempuh perjalanan
hanya sekitar 30 menit untuk mencapai pulau untung jawa. berbeda dengan
ketika kita pergi kepulau untung jawa melalui Ancol (Jakarta), disamping
biaya transportasi juga lebih mahal, waktu yang di tempuh pun relatif
lebih lama. kita bisa kepulau untung jawa dengan menyewa angkutan perahu
yg biasa di gunakan penduduk di kecamatan teluknaga maupun penduduk
kepulauan seribu untuk keperluan mereka sehari - hari.Teluknaga
berbatasan dengan kecamatan kosambi sebelah timur yang berbatasan
langsung dengan DKI Jakarta, dan sebelah barat berbataasan dengan
kecamatan paku haji serta utaranya berbatasan laut dengan kepulauan
seribu (DKI jakarta). karena letaknya yang dekat dengan Jakarta, sekitar
15 menit untuk sampai ke jakarta barat, dan seharusnya itu bisa
memberikan peluang investasi bagi kecamatan ini.Di daerah kecamatan
teluknaga ini ada sebuah cerita rakyat, tentang perjuangan seorang
jagoan daerah tersebut yang di kenal syeh Al- Ayubi, atau si ayub dari
teluknaga yang berjuang membela kaum tertindas yang di lakukan oleh para
penjajah. Pada sekitar tahun 70-an si ayub ini pernah dibuatkan film
untuk mengenang perjuangannya. Di daerah ini pula berkembang tarian
tradisional perpaduan antara kesenian Betawi dan Cina yang kita kenal
dengan tari Cokek. Tari cokek sendiri pada awal mulanya merupakan tari –
tarian untuk menghibur para saudagar cina di saat melakukan pesta –
pesta perkawinan atau hanya sekadar mencari kesenangan para pria hidung
belang. Namun lambat laun akhirnya berkembang menjadi sebuah kesenian
asli yang perlu di jaga dan patut untuk di lestarikan, dan pada akhirnya
di pelajari oleh generasi – generasi muda di wilayah tangerang dan
sekitarnya sebagai warisan budaya. Namun walaupun tarian ini akhirnya
berkembang sebagai bentuk kesenian tari, tetapi di beberapa tempat di
daerah ini, masih bisa di jumpai tari cokek sebagai hiburan bagi para
keturanan Tionghoa, yang masih belum berubah dari kebiasaan
aslinya.Teluknaga merupakan kecamatan dengan keadaan masyarakat yang
plural, yang menjunjung tinggi nilai – nilai kebersamaan dan keagamaan.
Di samping itu pola kehidupan masyarakatnya yang beraneka ragam bolehlah
dijuluki miniaturnya tangerang, di mana di situ ada orang yang kuat
dalam menjalankan ibadah Keagamaannya. Namun juga ada tempat prospitusi
yang merupakan salah satu bentuk penyakit sosial yang belum bisa ditemui
cara penyelesaiannya. Bahkan pada beberapa tahun silam, daerah ini di
gegerkan dengan di tangkapnya mr.A yang di duga sebagai pemilik 1 ton
sabu – sabu yang di tangkap di wilayah Kcamatan Teluknaga tepatnya di
desa Tegalangus yang merupakan tempat tinggal terpidana kasus narkoba
tersebut. Dalam hal pendidikan pun adalah amat berpariasi, dari mulai
buta huruf hingga pasca sarjana. Dengan wilayahnya yang dekat dengan
Ibukota Negara dan juga dekat dengan bandara Internasional
Soekarno-hatta. Daerah yang satu ini memiliki potensi sebagai penunjang
Kota Jakarta. Letaknya yang strategis, juga 90 % (persen) wilayahnya
bebas banjir, hal ini karena daerah ini memiliki area persawahan dan
daerah resapan air yang cukup luas. Dalam hal ini pemerintah Kabupaten
Tangerang seharusnya mempersiapkan pembangunan daerah ini dengan sangat
matang dan terencana. Jika tidak maka akan berdampak pada kualitas
lingkungan, yang bisa berakibat justru Teluknaga yang selama ini 90 %
(persen) daerahnya bebas banjir, malah mungkin akan bernasib sama dengan
jakarta. Karena pembangunan yang tidak teratur itu justru menimbulkan
semakin berkurangnya daerah resapan air. Maka oleh karena itu haruslah
ada upaya yang maksimal dari pejabat terkait agar tidak sembarangan
dalam melakukan pembangunan, dan harus tetap menjaga keseimbangan alam
agar bisa tetap di nikmati oleh generasi selanjutnya.
Sumber : Wikipidea Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar